Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo memperkirakan nilai pinjaman yang akan dikucurkan untuk membiayai proyek tersebut mencapai sekitar Rp12 triliun hingga Rp15 triliun. Namun, kebutuhan pinjaman itu dapat berubah dengan menyesuaikan perhitungan akhir kebutuhan pembiayaan proyek yang diperkirakan mencapai Rp27 triliun.
"Setelah structure cost-nya keluar, nanti ada alokasi dari PMN, ada alokasi dari loan (pinjaman), ini lagi dihitung ulang lagi," tutur pria yang akrab disapa Tiko usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiko mengungkapkan pinjaman tersebut akan disuntikkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku operator LRT. Pinjaman itu juga akan mendapatkan jaminan dari pemeritah.
"Sangat mungkin bagi bank asing atau bank lokal lain kalau ingin ikut membiayai (proyek LRT), karena ada penjaminan pemerintah sehingga harusnya menarik," ujarnya.
Royke mengungkapkan, skema sindikasi baru ditentukan setelah perhitungan teknis dan persiapan administrasi proyek rampung. Khusus untuk Bank Mandiri, Royke menyatakan belum mengalokasikan nilai tertentu untuk membiayai proyek LRT Jabodebek.
"Yang pasti kami akan berpartisipasi," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini menyatakan masih menunggu validasi perhitungan kebutuhan pembiayaan proyek dari PT KAI. Setelah validasi rampung, pihaknya baru akan menentukan porsi pinjaman yang akan dikucurkan.
"(Total pembiayaan) belum kelihatan sekarang, belum selesai (perhitungan proyek)," ujar Emma.