Direktur Keuangan Integra Indocabinet Wang Sutrisno memaparkan, pembangunan gudang dilakukan agar perusahaan dapat melayani konsumen dengan lebih baik.
"Karena kan tidak semua barang ditempatkan di toko, jadi kami perlu gudang untuk bisa melayani konsumen dengan tepat," ucap Wang, Rabu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, perusahaan akan menggunakan 56 persen dari hasil IPO untuk belanja modal. Jika perusahaan berhasil meraih dana IPO hingga Rp848 miliar, maka total belanja modal sebesar Rp474,88 miliar.
Selain itu, perusahaan juga akan menambah dua produk baru berupa floor base dan woden blind. Hal ini dilakukan karena perusahaan menilai pasar untuk kedua produk itu akan tinggi.
Sementara, perusahaan juga menjual produknya di Amerika Serikat (AS) melalui kerja sama dengan beberapa pihak, seperti Target(dot)com dan Amazon(dot)com. Penjualan dari e-commerce ini berkontribusi sekitar 10 persen terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan.
"Kami berkeyakinan waktu yang tidak lama lagi pertumbuhan e-commerce akan menggerus pasar konvensional atau tradisional," ucap Direktur Utama, Halim Rusli secara terpisah.
Untuk itu, perusahaan optimis kontribusi penjualan melalui e-commerce sepanjang tahun ini dapat tumbuh 15 persen-20 persen.
Manajemen berharap, perusahaan dapat meraup penjualan sebesar Rp1,7 triliun-Rp1,8 triliun, dengan laba berkisar Rp181 miliar-Rp200 miliar.
Hingga akhir tahun lalu, 80 persen penjualan Integra berasal dari penjualan ekspor. Dalam hal ini, pasar ekpor terbesar bagi perusahaan masih dari Amerika Serikat. Kemudian, disusul Belanda, Jerman, Perancis, dan China.
"Amerika sekarang ini hampir setengahnya jadi 50 persen dan lokal akan terus berkembang menjadi 30 persen," pungkas dia.