"Kami melihat (proyeksi) ini masih sama dengan target (inflasi) BI dan kami sangat hargai upaya stabilisasi harga yang dilakukan oleh pemerintah," tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Gedung Thamrin BI, Rabu (24/5).
Agus mengungkapkan, inflasi terutama akan disumbang kenaikan harga daging ayam, telur ayam, dan beberapa komoditas hortikultura. "(Kenaikan harga) itu adalah masalah klasik dan bisa dikatakan di seluruh Indonesia tantangannya seperti itu," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, BI pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan tingkat harga akan tetap terkendali. Hal itu dilakukan dengan cara menjaga pasokan dan distribusi pangan ke masyarakat.
"Besok Jumat (26/5) akan kembali melakukan rapat dengan pemerintah, dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan menteri-menteri yang terkait langsung dengan pengendalian inflasi untuk meyakinkan semuanya di bulan puasa ini tetap terkendali," jelasnya.
"Kalau melihat yang sudah sering terjadi, selalu ada kenaikan (harga bahan pokok) di bulan puasa dan Lebaran karena permintaan bahan makanan tinggi. Jadi, harus hati-hati saat Lebaran, terutama bulan Juni," kata Ketjuk, sapaan akrabnya.
Namun, laju inflasi berpotensi tertahan jika komponen harga pangan bergejolak (volatile foods) masih mengalami deflasi seperti dua bulan terakhir sehingga mampu menetralisir inflasi komponen administered price.
BPS mencatat, kelompok bahan makanan mengalami deflasi pada April 2017, yakni minus 1,13 persen. Hal ini sekaligus melanjutkan catatan deflasi yang ditorehkan kelompok bahan makanan sejak bulan lalu akibat penurunan sejumlah harga pangan karena meningkatkan hasil panen petani.
"Komoditas penyumbang deflasi, yakni cabai rawit andilnya minus 0,09 persen, bawang merah 0,09 persen, dan beberapa komoditas seperti daging sapi, daging ayam, dan lainnya," kata Ketjuk.
Sebagai informasi, BI menargetkan inflasi tahun ini sebesar empat plus minus satu persen. Sementara pemerintah, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017, mengasumsikan inflasi tahun ini sebesar 4 persen.