Satgas ini juga akan menindak tegas oknum yang menimbun dan mempermainkan harga barang kebutuhan pokok.
Tito menyampaikan hal itu usai konferensi video bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Djarot Kusumayakti, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf dengan jajaran kepolisian daerah se-Indonesia di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Rabu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan perintah Bapak Presiden Jokowi saat rapat terbatas beberapa waktu lalu untuk berkoordinasi jelang Ramadan dan Lebaran mendatang. Beliau ingin terjadi stabilitas harga sembako," kata Tito.
"Nantinya selalu dievaluasi setiap dua minggu sekali," kata Tito.
Dalam kesempatan yang sama, Amran mengucapkan terima kasih atas berbagai langkah hukum yang telah diambil Polri dalam menjaga harga dan stok barang kebutuhan pokok.
Dia menyampaikan, harga cabai rawit telah berangsur turun setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap dua orang penimbun cabai rawit pada awal Maret lalu.
"Dulu Rp160 ribu, sekarang Rp30 ribu hingga Rp40 ribu," katanya.
Lebih dari itu, Amran menyatakan pedagang tidak punya alasan untuk menaikkan harga beras jelang Ramadan tahun ini. Menurutnya, stok beras di Indonesia berlimpah.
Bahkan, lanjutnya, sejumlah gudang penyimpanan beras di Pulau Jawa sampai menyewa gedung tambahan lantaran kewalahan menampung stok beras yang berlimpah.
Selain beras, Amran juga memastikan harga dan ketersediaan cabai, gula, bawang dan lainnya aman jelang Ramadan tahun ini.