"Secara umum, kondisi di Indonesia masih positif. Kami melihat dana mengalir ke Indonesia dari 1 januari hingga saat ini sudah sampai Rp108 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu Rp62 triliun," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat (26/5).
Agus menjelaskan, aliran dana tersebut dipengaruhi sentimen domestik dan eksternal. Dari sisi eksternal, kepercayaan investor meningkat karena rencana anggaran pro-pertumbuhan Donald Trump yang diharapkan membuat ekonomi Amerika Serikat menjadi membaik. Di samping itu, penyelesaian utang antara Yunani dan International Monetary Fund (IMF) juga menunjukkan pergerakan yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi, Indonesia juga baru upgrade rating Standard and Poor (S&P), sehingga saya harap kondisi Indonesia bisa makin membaik," paparnya.
"Rupiah sampai saat ini ada dampak positif. Sekarang ini yang ada malah terjadi penguatan," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memprediksi adanya capital inflow sebesar Rp60 triliun hingga Rp130 triliun. Aliran dana tersebut akan masuk selama satu hingga dua tahun mendatang pasca S&P memperbaiki peringkat utang Indonesia.
"Dampak langsung dari rating upgrade adalah di pasar modal. Dana yang akan masuk ke pasar modal ini akan ekuivalen Rp65 triliun hingga Rp130 triliun," papar Thomas.