Neraca Pembayaran Surplus US$4,5 Miliar di Kuartal I

Agustiyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 13/05/2017 11:56 WIB
Surplus neraca pembayaran tersebut terbentuk surplus transaksi modal dan finansial US$7,9 miliar dan defisit transaksi berjalan US$2,4 miliar. Surplus neraca pembayaran pada kuartal pertama tahun ini mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari US$116,4 miliar pada kuartal empat tahun lalu menjadi US$121,8 miliar. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang kuartal pertama tahun ini surplus sebesar US$4,5 miliar. Kondisi NPI tersebut relatif sama dengan kuartal sebelumnya, tetapi lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan defisit sebesar US$0,3 miliar.

Surplus NPI terbentuk oleh surplus transaksi modal dan finansial yang tercatat sebesar US$7,9 miliar dan defisit transaksi berjalan sebesar US$2,4 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menuturkan, surplus NPI pada kuartal pertama tahun ini tercatat mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari US$116,4 miliar pada akhir kuartal IV 2016 menjadi US$121,8 miliar pada akhir kuartal I 2017. Jumlah cadangan devisa tersebut pun cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,6 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional


"Perkembangan NPI pada kuartal I 2017 secara keseluruhan menunjukkan terpeliharanya keseimbangan eksternal perekonomian sehingga turut menopang berlanjutnya stabilitas makro ekonomi," ujar Tirta dalam keterangan resmi, Jumat (12/5).

Tirta menjelaskan, surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal pertama sebesar US$7,9 miliar, lebih besar dibandingkan akhir tahun lalu sebesar US$7,6 miliar maupun kuartal pertama tahun lalu sebesar US$4,2 miliar. Peningkatan surplus tersebut didorong oleh derasnya aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada instrumen berdenominasi rupiah (SUN, SPN, dan saham).

Selain itu, pemerintah juga tercatat menerbitkan sukuk global. Disisi lain, peningkatan surplus transaksi modal dan finansial tertahan oleh penurunan surplus investasi langsung, terutama disebabkan keluarnya aliran dana investasi langsung sektor migas, dan defisit investasi lainnya khususnya karena penempatan aset sektor swasta di luar negeri.

Sementara itu, defisit transaksi belanja pada kuartal pertama tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kuartal empat tahun lalu sebesar US$2,1 miliar. Namun, defisit tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$4,7 miliar.

Adapun peningkatan defisit transaksi berjalan didorong defisit neraca perdagangan migas (minyak dan gas) dan pendapatan primer. Peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh naiknya harga minyak dunia di tengah penurunan lifting minyak, sementara kenaikan defisit neraca pendapatan primer mengikuti jadwal pembayaran bunga surat utang pemerintah yang lebih tinggi.

"Peningkatan defisit transaksi berjalan lebih lanjut tertahan oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang ditopang meningkatnya ekspor nonmigas sejalan kenaikan harga komoditas," terang dia.

Ke depan, BI menurut Tirta meyakini kinerja NPI akan semakin membaik didukung oleh bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta penguatan koordinasi kebijakan dengan pemerintah, khususnya dalam mendorong kelanjutan reformasi struktural.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK