"Melalui kerja sama early outcomes IA-CEPA, diharapkan kedua negara dapat semakin memperkuat kerja sama ekonomi selama ini sudah ada," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo, mengutip ANTARA, Selasa (30/5).
Menurut Iman, tim perunding dari kedua negara terus memantau pembahasan dari skema kerja sama early outcomes tersebut pada setiap putaran perundingan IA-CEPA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, Indonesia bahkan berencana akan melanjutkan beberapa program tersebut dalam Chapter Economic Cooperation yang ada dalam perjanjian.
Selain itu, jasa keuangan, busana dan desain perhiasan, inovasi makanan, standar obat dan makanan, produk herbal, dan pemetaan standar.
Ketua Perunding Indonesia Deddy Saleh mengatakan, dari sembilan early outcomes tersebut, lima kerja sama telah berjalan. Sebanyak tiga kerja sama yang akan segera dimplementasikan.
Early outcomes merupakan salah satu ciri khas dari IA-CEPA yang tidak dimiliki CEPA lainnya. Pengaturan ini merupakan keputusan yang diambil kedua pemerintah melihat potensi kerja sama yang dapat digali bersama. Keputusan ini dapat diimplementasikan langsung tanpa harus menunggu selesai perundingan lain di dalam perjanjian ini.
Early outcomes IA-CEPA digagas oleh kedua negara sejak dicapai kesepakatan untuk me-reaktivasi Perundingan IA-CEPA pada bulan Maret 2016. Saat itu, kedua negara sepakat agar IA-CEPA menjadi suatu perjanjian dagang yang tidak bersifat tradisional dan mengedepankan keuntungan bagi kedua belah pihak.