“Konsumsi rumah tangga diprediksi naik ke rentang 4,95 persen sampai 5,01 persen. Diharapkan, ekonomi bisa tumbuh di atas 5,1 persen pada kuartal II berkat dorongan belanja masyarakat,” ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/6).
Dengan gaji ke-13 dan THR, ia melanjutkan, masyarakat memiliki kemampuan belanja lebih kuat pada kuartal kedua ini dibandingkan kuartal sebelumnya. Apalagi, pemberian bonus juga bertepatan dengan momentum ramadan dan lebaran, dimana tren konsumsi masyarakat meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Mohammad Faisal memprediksi, dampak pemberian gaji ke-13 dan THR mampu mengerek pertumbuhan konsumsi rumah tangga hingga ke kisaran 5,0 persen sampai 5,03 persen.
"Inflasi Mei antara 0,4 persen sampai 0,5 persen, sedangkan Juni 0,25 persen sampai 0,3 persen. Kalau inflasi terkendali, inflasi di kuartal II diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal II tahun lalu," imbuh Faisal.
Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, pemberian gaji ke-13 dan THR telah sesuai dengan Undang-undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah berharap, gaji ke-13 dan THR dapat mendorong konsumsi masyarakat.
"Pada saat masyarakat sedang merayakan kegembiraan, saya rasa itu waktu yang tepat dan biasanya dilakukan pada saat pertengahan tahun juga untuk kebutuhan, biasanya untuk anak-anak yang masuk sekolah," kata Sri Mulyani.
Lihat juga:Bijak Kelola THR Agar Tak Tekor di Hari Raya |
Bersamaan dengan itu, Sri Mulyani juga tengah merampungkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur alokasi dan pencairan anggaran gaji ke-13 dan THR. Diperkirakan, anggaran untuk kedua bonus tersebut akan meningkat di tahun ini dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp17,9 triliun.
"Iya PMK, nanti keluar," pungkas mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu.