Menteri ESDM Ignasius Jonan mengaku, telah memanggil perusahaan terkait. Di dalam pertemuan tersebut, ia menyebut, AKR Corporindo harus ikut menyukseskan program BBM Satu Harga milik pemerintah.
"Tadi pagi saya panggil pemiliknya AKR. Saya kasih tahu mereka harus ikut program pemerintah BBM Satu Harga. Tetapi, kalau tidak ikut, saya keluarkan dari program penyaluran Solar 48," ujarnya, Senin (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanya, menurut Jonan, tidak ada alasan bagi AKR Corporindo agar tidak melakukan kebijakan tersebut. Agar bisa ikut BBM Satu Harga, ia menyarankan, perusahaan yang melantai di bursa tersebut untuk menerapkan subsidi silang antar produk agar bebannya tidak berat.
AKR Corporindo mendapat penugasan pemerintah untuk menyalurkan 300 ribu kilo liter (kl) solar bersubsidi di tahun ini yang didistribusikan kepada 142 penyalur di seluruh Indonesia.
Sekadar informasi, kebijakan BBM Satu Harga tercantum di dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016. Di dalam pasal 9 beleid ini, BPH Migas dapat mencabut penugasan badan usaha yang menyalurkan BBM penugasan, seperti Premium dan Solar jika kedapatan tak menjalankan BBM Satu Harga.
Berdasarkan SK Direktur Jenderal Migas Nomor 09.K/10/DJM.O/2017, lokasi BBM Satu Harga yang dipegang Pertamina terbilang sebesar 150 lokasi kabupaten hingga 2020 mendatang. Sementara itu, 10 lokasi sisanya dikendalikan oleh AKR Corporindo.