Melalui Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI), pabrikan asal Jerman itu mendukung atas rencana pemerintah. Hal iu diutarakan, mengingat seluruh produk keluaran Mercedes-Benz saat ini sudah berstandar Euro 6.
"Karena kendaraan kami udah dijual dengan standar Euro 6," kata Deputy Director Sales Operation Passenger Cars and Product Management MBDI, Kariyanto Hardjosoemarto di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi yang oktan minimum 95. Pertamina sudah ada Turbo, itu lebih baik lagi. Nah, makanya sudah ada yang lebih baik lagi nantinya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dari sisi bahan bakar udah ada, jadi kami dari Mercedes-Benz udah siap hingga Euro 6," kata Kariyanto.
Senada, BMW Group Indonesia turut menyambut baik rencana pemerintah dalam merubah standar gas buang, setelah sebelumnya sejak 2005 Indonesia sampai kini masih menganut stndarisasi Euro 2.
Rencana tersebut, tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 dan akan diterapkan tahun depan untuk mesin bensin, serta empat tahun ke depan bagi diesel.
"Kalau dari BMW Indonesia selalu mendukung kebijakan pemerintah, dari mulai program kemudian regulasi yang dijalankan," kata Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'Tania di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.
Jodie menekankan, meski saat ini masih di bawah standar, namun secara keseluruhan produknya telah mencapai Euro 4, bahkan sudah dapat mencapai Euro 6.
Keluaran BMW sendiri sudah masuk ke Indonesia sudah berstandar di atas Euro 4 sejak 2014. "Tetapi sebagian 2014 ya banyaknya. Jadi memang produk kami sudah advance dalam emisi gas buang," kata Jodie.
(tyo)