Direktur Keuangan Poh Seng Hiap memaparkan, untuk mendukung target produksi tersebut perusahaan akan membeli mesin baru dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar. Dana itu masuk sebagai belanja modal (capital expenditure/capex).
Selain itu, perusahaan juga akan membeli tanah dan bangunan di Tanjung Morawa, Deli Serdang dengan total nilai Rp13 miliar untuk memenuhi kebutuhan ekspansi produk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, perusahaan memang tengah melakukan masa penawaran awal (bookbuilding ) sejak 2 Juni-8 Juni. Manajemen berharap proses pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada 12 Juli 2017 mendatang.
"Ini karena meningkatnya kesadaran kesehatan, jadi meningkat penggunaan sarung tangan jadi mempengaruhi industri cetak sarung tangan," papar dia.
Bila dirinci, pada tahun lalu penjualan ekspor menguasai kontribusi dengan nilai Rp187,05 miliar sedangkan penjualan lokal sebesar Rp20,19 miliar.
Untuk pelanggannya sendiri, perusahaan menjual produknya sebesar 65 persen ke Malaysia, 15 persen ke Thailand, 10 persen Indonesia dan Vietnam. Tahun ini, perusahaan berencana meningkatkan pangsa pasar 10 persen secara keseluruhan.
Asal tahu saja, Mark Dynamics berencana menjadi perusahaan publik tahun ini. Mark Dynamics bergerak dalam bidang industri manufaktur cetakan sarung tangan (hand former) berbahan dasar keramik. Saat ini, perusahaan memiliki pabrik di kawasan Medan Star, Tanjung Morawa seluas 10 ribu meter persegi.