Pagu kebutuhan PUPR tercatat sebesar Rp148,3 triliun. Namun, pagu anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 cuma Rp106 triliun.
"Target irigasi, target perumahan. Itu yang akan terganggu," ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Rabu (7/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, pembangunan perumahan diprediksi juga akan tak sesuai dengan target. Namun, untuk mendorong target pembangunan satu juta rumah, PUPR sendiri telah dibantu oleh beberapa pihak seperti, pengembang dan Asosiasi Real Estate Indonesia (REI).
Beberapa proyek strategis, antara lain proyek jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), 29 bendungan hingga 2019, dan proyek dari sektor sumber daya air lainnya.
"Kalau tol kan tidak APBN saja. Ada juga dari investasi dan bantuan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ucapnya.
Lihat juga:Bongkar Pasang Rancangan APBNP 2017 |
"Jadi, kalau proyek strategis tidak ada, bendungan juga tetap dibiayai, air minum juga kan sumbernya ada dari investasi. Jadi, tidak berpengaruh," imbuh dia.
Sekadar informasi, pagu anggaran PUPR 2018 sebesar Rp106 triliun akan disebar ke beberapa divisi, seperti Bina Marga Rp41,39 triliun, Sumber Daya Air Rp36,9 triliun, Cipta Karya Rp15,93 triliun, Penyediaan Perumahan Rp9,13 triliun, dan Pembiayaan Perumahan Rp259 miliar, serta SIBBB Rp2,39 triliun.