Untuk diketahui, angka tersebut berada di rentang bawah dari harga saham yang sebelumnya ditawarkan di antara Rp300-Rp490 per lembar.
Berdasarkan keterangan perseroan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin (12/6), Totalindo berencana melepas 1,66 miliar lembar saham dalam gelaran IPO tersebut. Dengan jumlah itu, perusahaan berpotensi meraup Rp516,46 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, masa penawaran umum dilakukan pada 12 dan 13 Juni 2017, dengan penjatahan akan dilakukan pada 15 Juni 2017. Adapun tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI), akan dilakukan pada 16 Juni 2017.
Sebelumny, Direktur Utama Totalindo Eka Donald Sihombing menuturkan, sebagian besar dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk modal kerja. Sementara, 35 persennya akan digunakan untuk pembayaran utang, dan sisanya lima persen diperuntukan bagi pengembangan bisnis di bidang konstruksi.
Dana hasil IPO menurut dia, juga akan dilakukan untuk mengurangi outstanding utang perseroan di bank. Pihaknya berharap dapat menurunkan rasio utang dari 1,9 kali menjadi 0,5 kali.
"Itu dengan dana IPO kami alokasikan untuk mengurangi outstanding bank, jadi kami targetkan maksimal rasio utang 0,5 kali sampai akhir tahun ini," terangnya.