Rentang harga IPO ditetapkan sebesar Rp300 per saham hingga Rp490 per saham. Sementara itu, total saham yang ditawarkan sebanyak 2,15 miliar lembar saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraup dana berkisar Rp645 miliar hingga Rp1,05 triliun.
Direktur Utama Totalindo Eka Donald Sihombing menuturkan, sebagian besar dana yang didapat dari IPO akan digunakan untuk modal kerja. Sementara, 35 persennya akan digunakan untuk pembayaran utang, dan sisanya lima persen diperuntukan bagi pengembangan bisnis di bidang konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil IPO menurut dia, juga akan dilakukan untuk mengurangi outstanding utang perseroan di bank. Pihaknya berharap dapat menurunkan rasio utang dari 1,9 kali menjadi 0,5 kali.
Adapun saat ini, perusahaan tercatat memiliki utang di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk.
sementara itu, Head of Investment Banking Novita Lubis perusahaan mengaku Adapun proses penawaran tak hanya akan dilaksakan di Jakarta, melainkan juga luar negeri.
"Kami juga akan melakukan roadshow di Jakarta, Hong Kong, dan Kuala Lumpur," ungkap Novita.
Sebagai informasi, jika perusahaan benar akan meraih Rp1 triliun dari gelaran IPO, maka Totalindo Eka akan menjadi emiten pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana raupan IPO tertinggi dari lima emiten sebelumnya pada tahun ini. Pasalnya, total dana yang diraih lima emiten sebelumnya dibawah Rp1 triliun.