Direktur Industri Kimia Dasar, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam menuturkan, keputusan Pertamina itu mengemuka di dalam rapat koordinasi tingkat Kementerian Koordinator pada awal pekan ini. Ia mengaku tak tahu alasan Pertamina. Namun, Pertamina dalam rapat tersebut menyampaikan keinginannya agar gas tersebut diserap oleh industri.
"Kalau memang lebih perlu digunakan yang lain, untuk industri ya (Pertamina) tidak ambil. Pertamina tidak jadi ambil gasnya," jelas Khayam ditemui di Hotel Dharmawangsa, Senin (12/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia berharap tiga perusahaan calon pembeli gas itu melakukan konsorsium agar penyerapan gas bisa lebih efisien.
"470 MMSCFD ditambah 60 MMSCFD kan terlalu besar, makanya besok kami akan rapat untuk selaraskan lagi. Alokasi gas pipa dari Masela sudah sangat besar, jangan ditambah lagi. Kalau perlu, empat penyerap itu bisa ambil gas 474 MMSCFD," tambahnya.
Selain masalah alokasi, ia bilang pemerintah juga sudah memasang harga gas di rentang US$5 hingga US$6 per MMBTU, meski kontraktor blok Masela Inpex Corporation belum menghitung keekonomiannya. Menurut Khayam, angka itu sudah ideal bagi industri mengingat harga minyak dunia serta produk petrokimia dan turunannya tengah meningkat.
"Harga itu ya berdasarkan formula yang telah disepakati. Dulu pernah kami tawarkan harga US$3 per MMBTU, tapi kan setelahnya harga minyak bergerak naik," paparnya
"Lagipula, tidak bisa menentukan harga gas Masela hanya dari surat saja," katanya.
Jumlah penyerapan gas pipa Masela menjadi krusial agar Inpex bisa melakukan kajian awal konfigurasi kilang, atau yang biasa disebut Preliminary Front End Engineering Design (Pre FEED). Jika pembeli gas sudah berkomitmen dan melakukan kontrak, maka kapasitas final kilang LNG bisa ditentukan.
Jika gas pipa bisa diserap sebanyak 474 MMSCFD, maka kilang LNG Masela diharapkan memiliki kapasitas 7,5 million ton per annum (MTPA). Sementara itu, jika penyerapan gas pipa tak mencapai angka yang dimaksud, maka kilang LNG Masela akan dibangun dengan kapasitas 9,5 MTPA.