"Kami sedang merancang sosialisasi ke pihak eksternal. Kami berharap, dapat berdialog dengan asosiasi UMKM untuk memberikan penjelasan terkait Perppu ini," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) DJP Kemenkeu Hestu Yoga Saksama kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/6).
Sosialisasi tak hanya bertujuan menjelaskan bagaimana sebenarnya sistem AEoI bekerja. Lebih dari itu, DJP ingin memberikan informasi terkait berapa pentingnya sistem ini diterapkan oleh pemerintah dalam menyuburkan kepatuhan masyarakat, khususnya wajib pajak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab, dengan perubahan batas minimum saldo rekening dari Rp200 juta menjadi Rp1 miliar, Yoga menilai, terlihat jelas bahwa DJP tidak menjadikan UMKM sebagai sasaran utama dalam sistem AEoI ini.
Adapun, sasaran utama ini dibidik oleh DJP lantaran berdasarkan hasil pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty, terlihat jelas bahwa pengusaha besar atau wajib pajak besar yang dominan mendeklarasikan harta kas dan setara kasnya.
Dengan demikian, Perppu AEoI sangat penting kehadirannya agar sistem keterbukaan informasi keuangan dapat berlangsung dan otoritas pajak dapat memperluas aksesnya terhadap informasi keuangan.
Tak hanya ke asosiasi UMKM, Yoga memastikan, DJP yang mendapatkan kewewenangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat data keuangan nasabah juga akan memberi sosialisasi yang menyeluruh ke lembaga jasa keuangan yang menyampaikan data ke DJP, para konsultan pajak, hingga pengusaha dan masyarakat luas.
Sekadar informasi, Asosiasi UMKM (Akumindo) menyatakan akan menggugat Perppu terkait ke Mahkamah Konstitusi (MK). Akumindo menganggap, Perppu AEoI ini menyalahi Undang-undang Dasar (UUD) Pasal 28D ayat 1 yang merujuk pada keadilan masyarakat.
Pun demikian, Yoga melanjutkan, gugatan tersebut tidak akan mengganggu pembahasan Perppu di DPR. Sebab, DJP melihat bahwa demi kepatuhan pembayaran pajak, tentu DPR akan memberikan dukungan.
"Proses pembahasan di DPR untuk menyetujui atau menolak Perppu tetap akan berjalan, sesuai agenda yang disusun DPR nanti," pungkasnya.