Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan jajarannya masih dalam proses verifikasi sebelum memberikan izin efektif. Beberapa hal dalam proses menyangkut kesesuaian dokumen.
"Sedang dalam proses. Antara lain mereka masih kita mintakan beberapa tanggapan, melengkapi dokumen, termasuk juga menyesuaikan dokumen yang kita anggap perlu disesuaikan," ujarnya, Selasa (13/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya dokumen, termasuk yang akan dikonversi. Itu kan konversi utang, mana yang bisa dikonversi, mana yang tidak. Kalau harga kan OJK tidak ikut menentukan. Yang penting bahwa konversinya itu sesuai dnegan ketentuan," jelasnya.
"Begitu OJK menyampaikan tanggapan, mereka juga memberikan tanggapan. Hanya barangkali yang perlu mereka perhatikan itu batas waktu mendapat pernyataan efektif. Karena pakai pembukuan Desember, jadi nanti 30 Juni itu terakhir," ungkapnya.
Yang menarik, sebelumnya Bumi Resources akan melakukan pertukaran utang perusahaan dengan pinjaman baru atau efek baru senilai US$3,87 miliar. Total utang itu terdiri dari empat utang eksisting perusahaan.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Dileep Srivastava menjelaskan, empat utang yang ditukar itu terdiri dari US$1,9 miliar dari Country Forest Limited, dan US$600 juta dari China Development Bank.
Dileep memaparkan, pemberi utang atau kreditur tersebut berhak menukarkannya dengan efek baru. Untuk itu, kreditur perlu membuat keputusan atau pilihan tertentu terkait hal tersebut.
"Kreditur diminta memberitahukan pilihannya pada pukul 16.00 waktu London pada 21 Juli 2017," ungkap Dileep dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (10/6).