"Saya tidak bisa ngomong terlalu jauh, tapi nomer satu, kami tidak akan menaikkan BBM sebelum lewat Lebaran. Itu tentu saja," kata Darmin dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (14/6).
Darmin mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengkalkulasi dampak langsung dari keputusan untuk menahan harga BBM tersebut di tengah tren kenaikan minyak dunia. Jika harga premium dan solar terus ditahan, Darmin mengatakan pemerintah berpotensi menanggung beban anggaran tambahan hingga Rp60 triliun untuk mensubsidi harga BBM tersebut. Disisi lain, jika harganya diputuskan naik, maka hal tersebut bisa menyebabkan lonjakan inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sedang mencari optimumnya, supaya inflasinya tidak terlampaui target kita, tapi subsidinya jangan terlalu besar supaya tidak ada pemotongan anggaran," kata Darmin.
Pemerintah menurut dia terus bergulat menjaga stabilitas harga khususnya pangan pada waktu Ramadan hingga menjelang Lebaran sejak tahun lalu. Dia pun mengaku bersyukur, harga pangan pada tahun ini, seperti urusan cabai, telur, daging hingga bawang putih masih mampu dikendalikan lewat intervensi pemerintah.
"Sekarang ini alhamdulillah sudah relatif baik, inflasi kita sampai saat ini masih rendah. Memang ada persoalan seperti bawang putih yang agak masih tinggi, tapi kami yakin semua terkendali," katanya.