Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, saham-saham berbasis komoditas energi rawan terkoreksi akibat pelemahan harga komoditas. Sementara, saham berbasis barang konsumsi dan transportasi diperkirakan menguat.
"Saham-saham yang diuntungkan, seperti seperti sektor transportasi, konsumsi, dan yang terkait dengan ekspektasi penurunan inflasi akan diburu pemodal," ujarnya dalam risetnya, dikutip Kamis (15/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar modal dalam negeri juga akan dipengaruhi oleh data neraca perdagangan Indonesia Mei lalu dan kebijakan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diputuskan siang ini. Diperkirakan BI menahan suku bunga di level 4,75 persen.
"Peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan investor yang memiliki rentang investasi jangka panjang untuk melakukan pembelian," kata William dalam risetnya.
Dengan demikian, William memproyeksikan, IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.707 dan resistance 5.826.
"Ini merupakan kenakan ketiga kalinya dalam rentang waktu enam bulan terakhir," imbuh David.
Kemudian, S&P500 dan Nasdaq tadi malam masing-masing terkoreksi 0,1 persen dan 0,41 persen di 2.437,92 dan 6.194,89. Pelemahan yang terjadi pada indeks S&P500 diakibatkan adanya koreksi beberapa saham sektor energi dan material.
"Harga minyak mentah tadi malam kembali anjlok 3,83 persen di US$44,68 per barel," tutup David.