Kepala BI Perwakilan DKI Jakarta Donny Joewono mengatakan, dana menguap dari Jakarta karena masyarakat berbondong-bondong melakukan tradisi mudik dan membawa uang ke kampung halaman masing-masing. Sehingga, mereka menarik dana tunai cukup banyak di bank.
Lihat juga:Bank Sentral AS Naikkan Suku Bunga Acuan |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, transaksi didominasi penarikan uang tunai melalui bank, yakni sebesar Rp13,2 triliun atau setara 81,4 persen dari total dana yang mengalir ke daerah. Selain itu, masyarakat juga menarik uang di kas titipan Rp2,8 triliun dan penarikan melalui loket BI dan kas keliling Rp162 miliar.
"Jadi dari uang yang ditarik, nanti akan masuk lagi. Misalnya, untuk bayar makan, nanti uangnya masuk lagi ke bank. Lalu ke BI," imbuh dia.
Tinggi dana keluar (outflow) ini dikarenakan tingkat kebutuhan masyarakat yang lebih tinggi. Umumnya, semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka semakin tinggi pula kebutuhan masyarakatnya.