Adapun saat ini, BI dan perbankan membatasi layanan penukaran uang di kota-kota besar maksimal sebesar Rp3,7 juta per hari.
Direktur PT Bank Negara Indonesia Bob Tyastika menjelaskan, layanan penukaran uang di daerah terpencil dan terluar akan relatif fleksibel. Bank menurut dia, tidak akan membatasi jumlah penukaran per penukar seperti yang saat ini dilaksanakan pada sebagian besar wilayah penukaran uang, khususnya kota-kota besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, layanan penukaran uang tersebut menurut dia, akan menjangkau 1.136 titik lokasi penukaran. BNI Sendiri akan melayani 205 titik dengan nominal uang tunai sebesar Rp190 juta per titik. Sementara itu, Bank Mandiri akan melayani sebanyak 528 titik dengan nominal uang tunai yang disiapkan Rp170 juta per titik, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melayani 303 titik dengan nominal uang tunai Rp50 juta per titik, serta PT Bank Tabungan Negara (BTN) melayani 100 titik dengan nominal Rp50 juta per titik.
"Khusus untuk daerah remote, kami menggunakan Mandiri mobile atau mobil khusus Mandiri yang membawa petugas, uang tunai emisi baru, dan mesin ATM untuk penarikan uang," ujar Ogi di tempat yang sama.
Selain itu, lanjut Ogi, bank-bank Himbara juga akan melakukan sosialisasi uang elektronik di jalur mudik. Hal ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Non Tunai yang tengah dijalankan oleh BI.
Adapun Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Suhaedi mengaku menyerahkan sepenuhnya mekanisme layanan penukaran uang kepada masing-masing bank. Namun, dia berharap berharap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terluas semakin banyak menukarkan uangnya agar semakin mengenal uang emisi 2016 baru.
"Layanan penukaran uang ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah dengan kualitas baik. Disamping itu juga untuk memberikan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian yang rupiah dan cara merawat uang rupiah," ungkap dia.
Dia pun menjelaskan, uang emisi baru tahun 2016 yang disiapkan sebesar Rp150 miliar sudah diperhitungkan dalam proyeksi kebutuhan uang tunai pada periode ramadan dan jelang lebaran 2017. Adapun BI sebelumnya memproyeksikan kebutuhannya pada tahun ini mencapai Rp167 triliun.
Sementara itu, berdasarkan data BI, per 29 Mei hingga 13 Juni 2017, realisasi penarikan uang tunai dari BI telah mencapai Rp66,5 triliun atau 39,8 persen dari total proyeksi. Persentase terbesar dari penarikan ini adalah pada kegiatan penarikan uang oleh perbankan yang mencapai Rp55,9 triliun atau mencapai 82,8 persen.