Kepala BI Perwakilan DKI Jakarta Donny Joewono berharap, inflasi terkendali di level tersebut. Optimisme ini dapat ditunjang dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, baik dari pihak pemerintah daerah maupun pusat, untuk menjaga tingkat inflasi di bawah satu persen. Salahsatunya, dengan menjaga pasokan bahan pangan pada harga stabil.
"Sekarang, antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sudah bersatu. Satuan tugas pangan juga berhasil memberantas yang menimbun bahan pangan," ujarnya, Rabu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua minggu ini harga telur, daging terbilang stabil. Bawang merah sedikit naik, tapi kan sudah datang dari Brebes kan. Namun, untuk bawang putih lebih stabil," terang Donny.
"Tahun lalu ada penimbunan, tapi tidak bisa apa-apa," imbuhnya.
Namun demikian, harga pangan diramal meningkat setelah perusahaan membagikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Hanya saja, kenaikannya tidak akan signifikan karena pasokan pangan yang sudah terkendali, sehingga tidak ada kekurangan pasokan untuk masyarakat.
Pihaknya mencatat, jelang lebaran harga daging dan bawang merah dapat mengalami kenaikan masing-masing lima persen dan sembilan persen.
Sementara itu, tidak hanya bahan pangan yang akan menyumbang inflasi, melainkan tingginya biaya transportasi untuk kebutuhan pulang kampung atau mudik juga akan menjadi salah satu indikator inflasi.
"Pengaruhnya sangat signifikan, makanya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dua minggu ini lagi ketat, karena ikut menyumbang inflasi. Itu transportasi darat dan udara," pungkasnya.