Direktur PT Bank Mandiri Tbk Ogi Prastomiyono mengungkapkan, kegiatan itu sekaligus sebagai sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) melalui penggunaan transaksi non tunai di jalan tol (e-toll). Apalagi, pada Oktober mendatang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menginginkan seluruh pembayaran transaksi jalan tol dilakukan dengan uang elektronik terintegrasi.
"Kami dari bank-bank Himbara mempunyai program untuk penyediaan uang elektronik bagi para pemudik dengan melakukan program penjualan kartu perdana e-toll di jalur mudik," tutur Ogi di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (14/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pulang mudik itu sebagian juga sudah memiliki e-toll dari e-money, tapi untuk yang tidak punya kami sediakan 50 ribu," ujarnya.
"Semakin luas jaringan uang elektronik dan semakin banyak orang yang menggunakan uang elektronik maka uang tidak akan ada di saku tetapi ada di bank," jelasnya.
Hingga kini, perseroan telah mengedarkan sekitar 7 juta keping produk uang elektronik BNI Tap-cash. Pada periode mudik kali ini, lanjut Bob, perseroan menargetkan bisa menjual 40 ribu hingga 60 ribu keping.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga tak ingin ketinggalan. Perseroan pun menargetkan penjualan kartu perdana uang elektronik Brizzi sebanyak 100 ribu uang pada periode mudik tahun ini.
"Saat ini, Brizzi yang beredar 6,4 juta keping. Target kami tahun ini bisa naik 7 juta keping," ujar Senior Executive Vice President BRI, Agus Nursanto.
Adapun sebagai bagian dari program pemasaran, Himbara juga akan memberikan diskon penjualan kartu perdana e-money dari harga semula di kisaran Rp20 ribu menjadi Rp10 ribu.
Saat ini, isi ulang (top-up) produk uang elektronik saat ini memang masih terbatas pada masing-masing bank penerbit dan sejumlah merchant. Ke depan, seiring dengan integrasi uang elektronik perbankan, top-up uang elektronik bisa dilakukan antar bank, namun akan dikenakan biaya. Adapun besaran biayanya hingga kini masih dikaji oleh BI.