"Perhitungan ini didapat dari jumlah utang kita yang sudah mencapai Rp4.274 triliun dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia sekarang sebanyak 257 juta orang," tutur Ketua Umum AKSES Suroto, mengutip ANTARA, Minggu (18/6).
Secara umum, lanjut dia, membahayakan perekonomian karena struktur ekonominya hingga kini masih didominasi pelaku usaha besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa ini sangat berbahaya? Sebab, perilaku orang kaya di Indonesia itu suka menumpuk hartanya di luar negeri, namun meninggalkan utang di dalam negeri ketika terjadi krisis ekonomi," katanya.
"Padahal, kita tahu mereka itu hanya ingin mengeksploitasi sumber daya alam kita dan hanya satu tanggungjawabnya, keuntungan," terang Suroto.
Lihat juga:THR PNS Mulai Cair Hari Ini |
"Sementara, sektor pangan dan energi kita tetap akan mereka kendalikan. Kita disandera agar tetap sebagai pasar," imbuhnya.
Sementara itu, pada saat bersamaan, Amerika Serikat sudah mengirimkan sinyalemen untuk segera merevisi kebijakan moneter mereka agar celah investor masuk ke Indonesia semakin sempit.