Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengungkapkan, rasio AB dengan emiten saat ini sebesar 1:5. Artinya, porsi AB menjadi perantara perdagangan efek belum sebanding dengan jumlah emiten yang ada di BEI.
"Sekarang kan rasionya lima,atau ya masih 5,5 lah naik setengah," ujarnya, Selasa (20/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:IHSG Lanjutkan Penguatan di Level 5.791 |
Saat ini, jumlah emiten tercatat sebanyak 547. Namun, total AB hanya berjumlah 108 sekuritas. Dengan demikian, porsi AB untuk melakukan transaksi efek sebagai perantara bagi investor masih sangat kecil. Tak heran, AB kerap merugi.
"Kan tidak bisa mengurangi AB, tapi strateginya menambah emiten sebanyak-banyaknya," katanya.
"Setengah tahun, 16 emiten. Dibandingkan tahun lalu yang hanya 16 emiten (sepanjang 2016). Jadi, insyaallah diatas 30," tutur Tito.
Menurutnya, ada satu anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah memasukkan data ke BEI, yaitu PT Garuda Mantenance Facility (GMF), anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).