"Pelaksanaan tugas Posko Nasional Idul Fitri 2017 Sektor ESDM berjalan dengan baik dalam memastikan keamanan pasokan BBM dan listrik, serta antisipasi bencana geologi,” ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) selaku Koordinator Posko Nasional Idul Fitri 2017 Sektor ESDM, M. Fanshurullah Asa dalam keterangan resmi, Senin (26/6).
Pria yang akrab disapa Ifan ini mengaku memang terdapat kekurangan di beberapa depot BBM, tetapi tidak sampai menyebabkan kelangkaan BBM. Beberapa depot yang berada dalam posisi kritis, yaitu Terminal Krueng Raya (BBM jenis pertalite), Terminal Toli-Toli (BBM jenis kerosene), dan Terminal BBM Jober Sangu (BBM jenis pertalite).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, suplai untuk terminal BBM Jober Sangu, menunggu supplai dari Pontianak OB Juwita sebanyak 1.000 KL dengan estimasi pengiriman tanggal 28 Juni 2017.
Ifan menjelaskan, penyaluran BBM dan LPG berjalan normal dan lancar dengan ketersediaan BBM untuk jenis premium cukup hingga 20,51 hari, solar cukup untuk 25,17 hari, pertalite cukup untuk 22,99 hari. Kemudian kerosene cukup untuk 114,25 hari, pertamax cukup untuk 25,57 hari, pertamax turbo cukup untuk 25,02 hari, pertamina dex cukup untuk 28,17 hari, LPG cukup untuk 14,79 hari, dan avtur untuk 28,75 hari.
"Untuk realisasi pendistribusian BBM dari H-16 hingga hari H Idulfitri 2017, terdapat kenaikan yang signifikan pada H-9 dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama," terang ifan.
"sebesar 22.441,40 MW sehingga cadangan operasi sebesar 5.097,27 MW," terang dia.
Terkait kebencanaan geologi, menurut Ifan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap Gunung Sinabung dengan tingkat aktivitas level IV (Awas). Pada Gunung Sinabung, terjadi satu kali erupsi pada tanggal 25 juni 2017.
"Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar," terangnya/
Sementara itu, dilaporkan telah terjadi gerakan tanah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yaitu bencana tanah longsor di Gumitir, Desa Garahan dikarenakan kemiringan lereng yang terjal disertai hujan deras sehingga jalan penghubung Jember-Banyuwangi tertimbun. Pihaknya pun telah melakukan upaya penangan dengan membersihkan tanah dan kayu yang terbawa longsor agar arus lalu lintas dapat lancar kembali.