Dalam keterangan resminya, Moody's menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia berhak menerima peringkat tersebut. Menurut Moody's, Indonesia telah mampu mengendalikan defisit fiskal dengan tingkat utang yang masih terkendali.
Disamping itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga dinilai lebih sehat jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan mengatakan, pihaknya akan segera melakukan tur ke negara-negara Eropa untuk bertemu dengan calon investor pada awal Juli ini. Namun, Robert enggan membeberkan lebih jauh terkait rencana penerbitan utang luar negeri tersebut.
"Persisnya adalah penurunan premi risiko yang nanti bisa menurunkan yield walau tidak selalu begitu, karena tergantung US treasury waktu penerbitannya," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Scenaider mengatakan, nilai penerbitan Euro Bond kemungkinan relatif tak jauh beda dengan nilai emisi tahun lalu.
Sebagai informasi 2016 lalu, pemerintah menerbitkan Euro Bond senilai 3 miliar euro. Nominal tersebut merupakan yang terbesar daripada beberapa kali penerbitan sebelumnya yang hanya menyerap dana 1 miliar euro. Jumlah tersebut dihimpun dari dua seri surat utang yang ditawarkan dengan total penawaran masuk 8,36 miliar euro atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 2,8 kali.