"Turunnya 'gelosor' di beberapa daerah. Saya stres, jadi agak stres. Ada beberapa yang turunnya begitu curam, sehingga mereka ya sudah, jual rugi daripada busuk," ungkap Enggar, Senin (3/7).
Meski demikian, pihaknya belum menyiapkan upaya untuk kembali membuat harga cabai normal. Namun, ia berharap penurunan harga cabai hanya berlangsung sementara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, CNNIndonesia.com melakukan survei langsung ke Pasar Induk Kramat Jati pada Sabtu (1/7) lalu untuk mengecek harga pangan usai Lebaran.
Sutrisno, salah satu penjual cabai mengatakan, anjloknya harga cabai disebabkan pasokan yang berlebih usai Lebaran. Sementara, pembeli masih banyak yang belum kembali dari kampung halaman.
Kondisi ini diakuinya berbeda jika dibandingkan usai Lebaran tahun lalu. Ketika itu, harga cabai merah keriting dijual dengan harga Rp18 ribu per kg dan cabai merah besar sebesar Rp40 ribu per kg.
"Itu hanya beberapa tempat saja, di tempat-tempat tertentu sudah Rp30-Rp35 ribu per kg," jelas Enggar.
Selain itu, ketersediaan bawang putih honan dengan harga lebih murah juga dipastikan masih ada di pasar. Menurutnya, bawang putih honan masih sekitar Rp20 ribu per kg.