"Peningkatannya cukup signifikan karena dalam tempo pendek, periode lebaran kan 10 hari," ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Eni V Panggabean, di Gedung Thamrin BI, (6/7).
Peningkatan tersebut menurut dia, antara lain didorong oleh adanya diskon tarif tol untuk penggunaan uang elektronik dan penjualan yang lebih agresif oleh perbankan selama periode mudik. Meskipun demikian, masyarakat ternyata masih tetap lebih memilih menggunakan pembayaran non tunai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, sesuai kesepakatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, seluruh transaksi pembayaran jalan tol pada Oktober mendatang diharapkan bisa mencapai 100 persen. Untuk itu, BI dan indusri perbankan akan terus mendorong penggunaan uang elektronik. Selain itu, Eni juga berharap bagi masyarakat yang sudah beralih ke pembayaran nontunai akan terus melanjutkan kebiasaan tersebut.
"Kami sebagai otoritas tentu sangat menyambut baik kebijakan ini. Hal itu karena bisa membuat masyarakat lebih efisien," ujarnya.
"Antrean e-toll kosong, (antrean) cash masih panjang. Padahal, ada diskon kemarin dan petugas uang elektronik banyak berjualan di situ," ujar Ogi.
Pada periode mudik tahun ini, Bank Mandiri menyiapkan sekitar 50 ribu keping uang elektronik kepada masyarakat.
"Tetapi saya belum mendapatkan laporan berapa yang terjual,"ujarnya.
Menurut Ogi, perubahan kebiasaan masyarakat memerlukan waktu dan edukasi yang bertahap. Oleh karena itu, baik regulator dan industri harus terus berkoordinasi dalam mensosialisasikan penggunaan uang elektronik kepada masyarakat.
Sebagai informasi, berdasarkan data BI, per Mei 2017, jumlah uang elektronik beredar mencapai 57,77 juta keping. Volume transaksi uang elektronik selama periode Januari-Mei 2017 mencapai 296,25 juta transaksi atau melonjak 16,87 persen dari periode yang sama tahun lalu. Secara nominal, nilai transaksi Januari-Mei 2017 mencapai Rp3,74 triliun atau naik 49,6 persen secara tahunan.