Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), tiga perusahaan multifinance tercatat memiliki tanggungan pelunasan obligasi di atas Rp2 triliun.
Pertama, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) alias Eximbank merupakan perusahaan pembiayaan dengan tanggungan terbesar dengan lima obligasi senilai Rp5,53 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur LPEI Raharjo Adisusanto mengaku tak khawatir soal pelunasan obligasi perseroan di akhir tahun. Dari sisi internal, kondisi kas perseroan cukup sehat dengan menjaga menjaga aset treasuri minimal 5 persen dari total seluruh aset yang mencapai Rp108 triliun.
"Dari Penawaran Umum Berkelanjutan III plafon kami Rp24 triliun, yang sudah terutilisasi sekitar Rp5 triliun. Dalam bulan ini kami akan menerbitkan obligasi Rp2 triliun sampai Rp3 triliun," ujar Raharjo kepada CNNIndonesia.com, Jumat (7/7).
(CNN Indonesia/Safir Makki) |
Jodjana Jody, Presiden Direktur ASF, mengungkapkan dana dari penagihan (collection) bulanan sudah mencukupi untuk membayar utang obligasi. Selain itu posisi kas internal juga masih relatif kuat.
Lebih lanjut, Jodjana mengatakan, rasio utang terhadap modal (DER) juga rendah, hanya empat kali. Rasio itu di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maksimal 10 kali.
"Setiap bulan collection bisa Rp2,5 triliun," ujar Jodjana.
Jodjana mengungkapkan perusahaan selama ini selalu memperhatikan kecocokan aset dengan utang. Karenanya, perusahaan tidak pernah mengalami kekurangan kas.
Selanjutnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) memiliki tanggungan obligasi jatuh tempo hingga akhir tahun sebesar Rp2,32 triliun. Jika dirinci, Rp835 miliar jatuh tempo 6 Agustus, Rp673 miliar jatuh tempo 27 September, dan Rp808 miliar jatuh tempo 12 November.
(CNN Indonesia/Christine Nababan) |
Saat ini, lanjut Dewa, outstanding pendanaan perusahaan sekitar Rp20 triliun. Di akhir tahun, outstanding pendanaan diperkirakan akan ada di kisaran Rp21 triliun hingga Rp22 triliun. (gir)
(CNN Indonesia/Safir Makki)
(CNN Indonesia/Christine Nababan)