Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap, Jepang bisa menanamkan modalnya di sektor pengolahan mineral logam, pembangkit listrik, gasifikasi batu bara, petrokimia, dan kaca. Ia menganggap, empat kawasan industri yang dimaksud sangat tepat untuk sektor-sektor tersebut.
Kawasan industri yang pertama adalah kawasan industri Dumai di Riau yang bisa menjadi pusat industri gasifikasi batu bara dan oleochemical. Pasalnya, di sana telah dilengkapi pembangkit listrik dengan kapasitas 50 Megawatt (MW), terminal minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), dan pengolahan limbah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kawasan Industri JIIPE di Gresik dengan total area seluas 2.933 hektare (ha) serta didukung pembangkit listrik sebesar 23 MW dan 500 MW," ujar Airlangga dari siaran pers dikutip Senin (10/7).
Yang terakhir, pemerintah akan menawarkan investasi di kawasan industri Kendal di Jawa Tengah seluas 2.700 ha yang lokasinya berdekatan dengan pelabuhan Semarang. Adapun, lokasi ini rencananya akan menjadi pusat industri furnitur, makanan dan minuman, serta garmen.
"Dengan upah buruh yang kompetitif, maka kawasan industri Kendal akan memiliki keunggulan dibanding kawasan lain," lanjut dia.
Airlangga bilang, investasi asal Jepang perlu ditambah demi memperkuat rantai pasok bagi industri di dalam negeri. Sehingga, industri hilir di Indonesia tak perlu kelimpungan cari bahan baku.
Ia optimistis investasi di sektor tersebut akan mengalir karena pemerintah telah melakukan paket deregulasi dan berencana menurunkan harga gas industri. Namun, ia tak mau berpangku tangan dan menunggu penanaman modal ini mengalir dengan sendirinya.
Baru-baru ini, ia sendiri telah merampungkan lawatan ke Jepang demi menjaring investasi tambahan dari Japan External Trade Organization (JETRO) dan Sojitz Corporation.
Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Jepang ke Indonesia tercatat US$5,4 miliar atau naik 86,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya US$2,9 miliar.
Adapun dalam kurun waktu enam tahun terakhir, total investasi Jepang di Indonesia mencapai US$19,7 miliar dengan jumlah perusahaan Jepang di Indonesia mencapai lebih dari 1.750 perusahaan.