Proyeksi tersebut serupa dengan target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (RAPBNP) 2017. Dalam RAPBNP 2017, pemerintah menaikkan target pertumbuhan ekonomi dari 5,1 persen pada APBN 2017 menjadi 5,2 persen. Kenaikan target tersebut antara lain didorong oleh kenaikan proyeksi pertumbuhan ekspor dan impor menjadi 4,8 persen dan 3,9 persen dari sebelumnya yang hanya 0,1 persen dan 0,2 persen.
Dalam riset yang dirilis Morgan Stanley dikutip CNNIndonesia.com pada Senin (10/7), Indonesia disebut tengah memasuki fase baru perbaikan ekonomi. Morgan Stanley pun menilai perbaikan pertumbuhan ekonomi yang perlahan tersebut masih seusai dengan target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pemulihan pertumbuhan ekonomi fase kedua saat ini sedang berlangsung. Pertumbuhan pada kuartal pertama tahun ini tertahan, sedangkan pertumbuhan kuartalan tercatat mengalami pertumbuhan yangbergelombang atau naik turun. Secara khusus, nilai ekspor sejak Januari 2016 sudah melonjak. permintaan domestik swasta pun telah merata.
Morgan Stanley disisi lain juga menilai perbaikan struktural pun saat ini tengah berjalan di Indonesia. Hal ini terlihat dari anggaran subsidi bahan bakar yang bergeser untuk pos anggaran infrastruktur. Program amnesti pajak juga turut menyumbangkan peningkatan pendapatan pemerintah untuk mendukung pembiayaan infrastruktur.
Bank Indonesia pun diperkirakan berpeluang menaikkan suku bunga acuannya seiring dengan perbaikan ekonomi dan kenaikan inflasi. Namun, rendahnya defisit transaksi berjalan dan melemahnya tekanan inflasi dapat menurunkan tekanan bagi BI untuk menaikkan suku bunganya.
Morgan Stanley juga menggaris bawahi risiko politik yang akan muncul menjelang pemilihan presiden pada 2019 mendatang. Pada 2018, Morgan Stanley pun memperkirakan pertumbbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada kisaran 5,4 persen.