Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan, aksi jual tersebut tetap akan dilakukan meskipun level tertinggi IHSG pekan lalu hanya 5.843 atau lebih rendah dari level tertinggi pekan sebelumnya, yakni 5.910.
Ia mengatakan, indeks juga sulit untuk menguat ditengah minimnya sentimen positif di pasar. Terlebih lagi, harga obligasi turut menekan laju IHSG.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, ia tetap melihat ada potensi aksi beli oleh pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Hanya saja, pelaku pasar bakal lebih selektif dan berorientasi untuk perdagangan jangka pendek.
Di sisi lain, Analis Indosurya Mandiri Sekuritas William Surya Wijaya menyebut, kondisi ekonomi dalam negeri secara keseluruhan yang masih dinilai kondusif dapat merangsang IHSG terus bergerak positif.
"IHSG terlihat bakal mengawali pekan dengan senyuman semringah, mengingat pola gerak IHSG yang masih terlihat memiliki potensi kenaikan yang cukup besar," tutur William.
Adapun, IHSG menguat tipis 0,29 persen ke level 5.831 sepanjang pekan lalu dengan penguatan nilai kapitalisasi pasar sebesar 0,34 persen menjadi Rp6.376 triliun.
Sementara, tiga indeks utama saham Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu. Dow Jones naik 0,39 persen, sedangkan S&P500 dan Nasdaq masing-masing menanjak 0,47 persen dan 0,61 persen. (bir)