"Daerah biasanya, di tahun lalu 0,1 persen. Trennya tidak jauh di tahun ini. Persisnya, masih kami pantau tiap bulan sampai satu bulan penghabisan sebelum Desember 2017," ujar Askolani di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (18/7).
Kendati terbilang rendah, Askolani telah meminta pemerintah daerah untuk melakukan upaya penanunggulangan melebarnya defisit anggaran tersebut. Pasalnya, pada R-APBNP 2017, pemerintah memproyeksi defisit anggaran akan membengkak dari 2,4 persen dari PDB pada APBN 2017 menjadi dikisaran 2,67 persen hingga 2,92 persen dari PDB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tahun ini (obligasi daerah) belum, karena untuk menerbitakan obligasi itu tidak gampang, harus ada proses yang panjang. Sementara ini belum ada penerbitan obligasi daerah," imbuh Askolani.
Bersamaan dengan proyeksi pelebaran defisit tersebut, pemerintah akan menutupnya dengan menambah target pembiayaan dari utang pada R-APBNP 2017 sekitar Rp42,3 triliun sampai Rp76,6 triliun dari APBN 2017. Sementara itu, hingga Mei 2017, jumlah utang pemerintah mencapai Rp3.672,33 triliun. (agi)