Berdasarkan laman resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, total target indikatif itu sudah termasuk target penerbitan SPN 3 bulan dan SPN-S 6 bulan masing-masing sebesar Rp5 triliun dan Rp2 triliun pada setiap lelang.
Pengumuman target indikatif disesuaikan dengan jadwal lelang rutin pada periode Juli hingga September 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, penambahan porsi utang tersebut akan bergantung pada kondisi pasar, potensi permintaan dan strategi pembiayaan dalam APBN.
SBN yang diterbitkan itu mayoritas berasal dari lelang, yakni mencapai Rp278,35 triliun atau sebanyak 70 persen. Sedangkan sisanya melalui non lelang, yaitu bookbuilding dan private placement.
Sementara itu, frekuensi lelang penerbitan SBN yang telah dilaksanakan adalah sebanyak 25 kali atau sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Minat investor terhadap penerbitan SBN melalui lelang pada periode ini cukup tinggi. Total permintaan yang disampaikan investor pada lelang SBN mencapai Rp658,94 triliun. Permintaan ini jauh lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp468,75 triliun.