Lingkup kerja sama ini terbagi atas beberapa bidang, yakni teknologi hulu berbasis digital, riset pengembangan teknologi pengurasan sumur minyak (Enhanced Oil Recovery/EOR), serta manajemen riset dan pengembangan.
Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menuturkan, studi bersama ini akan berbasis digital dan bisa menghasilkan model karakteristik batuan reservoir. Rencananya, studi ini akan diujicobakan di blok Jambi Merang, yang merupakan Wilayah Kerja (WK) migas yang dikelola secara Joint Operating Body (JOB) antara Pertamina, Talisman Jambi Merang Ltd dan Pacific Oil and Gas Ltd.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Repsol juga akan melakukan alih pengetahuan dan teknologi dalam menerapkan teknologi EOR skala lapangan. Di dalam kerja sama ini, Repsol dan Pertamina akan menerapkan studi laboratorium metode filtrasi EOR yang diujicobakan di lapangan Sago dan Limau.
"Repsol mempunyai kesamaan bisnis dengan Pertamina, dan memiliki reputasi dan pengalaman yang signifikan dalam manajemen riset dan teknologi," pungkasnya.
Menurut data perusahaan, produksi minyak Pertamina hingga kuartal I mencapai 337 ribu barel per hari atau naik 8,01 persen dibandingkan kuartal I tahun lalu sebesar 312 ribu barel per hari. Selanjutnya, produksi gas menyentuh 2.010 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau naik 1,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.975 MMSCFD.