Dana tersebut dikucurkan guna mendukung program prioritas nasional yang dibagi jadi 5 agenda yakni kedaulatan pangan, pembangunan infrastruktur, pembangunan maritim, pertahanan dan keamanan nasional, serta kemandirian ekonomi nasional.
Sri Mulyani menjelaskan, dana untuk program maritim misalnya, baru terserap Rp872 miliar atau 16,93 persen dari alokasi Rp5,15 triliun, dana untuk program pertahanan terserap Rp1,56 triliun atau 60 persen dari alokasi Rp2,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika dilihat dari anggaran 2015, BUMN mendapatkan PMN, namun ada beberapa perencanaan perusahaan yang tidak baik. Artinya, banyak perencanaan yang baru dibuat ketika meminta PMN, ini menurut saya perlu diperbaiki," ujar Sri Mulyani, Rabu (19/7).
"Sementara untuk KAI, diketahui belum tersedianya prasarana rel kereta di jalur Trans Sumatera yang akan dibangun Kemenhub (Kementerian Perhubungan) yang rencananya akan dialihkan untuk mendukung LRT Jabodebek," katanya.
Selain itu, terdapat PT Pelni (Persero) yang terhambat proses tender pengadaan kapal dan PT Angkasa Pura II (persero) yang terlambat karena proses pembebasan lahan yang meleset dari target.
"Dengan demikian kami akan minta Kementerian BUMN untuk melihat bagian tadi dari halaman angka yang belum terserap," ungkap dia
"Saya minta Ditjen Kekayaan Negara agar penggunaan PMN yang belum terpakai ke escrow account, karena uang yang free ini (sisa PMN) tentu punya ongkos. Lalu kita juga punya defisit besar untuk PMN ini," ucapnya.