Menurut VP Komunikasi KCJ Eva Chairunisa, persinyalan salah satu unsur utama dalam pengoperasian KRL untuk menghindari terjadi kecelakaan kereta dan memastikan perjalanan kereta sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
"Ini pertama kalinya KRL dijalankan ke Cikarang, ini kita akan mengecek kondisi listrik aliran atas yang akan dilalui kereta sepanjang Jakarta-Cikarang," ujar Eva, Jumat (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang jalur rel rute Bekasi-Cikarang pun telah dibangun prasarana yang nantinya akan digunakan oleh KRL. Adapun stasiun yang akan digunakan adalah Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, Stasiun Cibitung dan berakhir di Stasiun Cikarang.
Kendati memperpanjang jalur hingga Cikarang, KCJ menjamin tidak akan menggangu perjalanan di stasiun Bekasi
"Tapi kita tidak akan mengganggu perjalanan Bekasi. Tapi yerlu diantisipasi adalah penumpang Bekasi yang biasanya dapat tempat duduk jadi harus sedikit berjuang karena perjalanan pertama KRL akan dimulai dari Cikarang," ujarnya.
Joice melanjutkan, pembangunan stasiun-stasiun ke Cikarang merupakan modernisasi stasiun yang dilakukan Ditjen Perkeretaapian. Pasalnya, jauh sebelum wacana ini tercetus, stasiun-stasiun itu telah lebih dulu ada dan beberapa di antaranya telah dilakukan perbaikan. Nantinya di stasiun itu akan dibangun delapan lajur.
Berdasarkan pantaun CNNIndonesia.com di Stasiun Cikarang, kondisi pembangunan tidak jauh berbeda dengan Stasiun Maja dan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pergerakan manusia difokuskan di flyover orang yang dilengkapi dengan tangga berjalanan atau eskalator untuk mengantarkan penumpang ke tiap lajurnya.
Selain di Stasiun Cikarang dan Bekasi, Ditjen Perkeretaapian juga sudah melakukan renovasi di beberapa titik stasiun, yakni Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, dan Stasiun Buaran