Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menuturkan, konstruksi sudah bisa dilakukan karena PT PLN (Persero) sudah berencana untuk membangun jaringan transmisi 500 kiloVolt (kV) dari Tanjung Enim ke Sumatera Utara di periode yang sama. Menurutnya, jaringan ini penting demi menyalurkan listrik dari pembangkit, apalagi setrum dari PLTU Sumsel 8 tidak jadi dialirkan ke Jawa melalui sistem jaringan kabel bawah laut, atau biasa disebut High Voltage Direct Current (HVDC).
"Dari kesepakatan kami, kabel sudah tersedia di tahun 2021, maka PLTU mulut tambang harus sinkron di tahun yang sama. Untuk itu, kami akan mulai konstruksi akhir tahun ini atau awal tahun depan," kata Arviyan, Jumat (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ia masih belum tahu kapan revisi ini akan ditandatangani. "Tapi yang jelas, proses masih berlangsung," imbuhnya.
Untuk mempercepat realisasi pembangkit, PLN tadinya menawarkan PTBA untuk mengubah spesifikasi pembangunan PLTU Sumsel 8 dari 2x620 MW menjadi 4x300 MW di dalam revisi PPA. Namun, PLN kembali menyesuaikan konsep proyek sesuai ketentuan awal usai mempertimbangkan desain Engineering, Procurement, and Construction (EPC), nilai investasi, hingga tarif listrik yang akan dijual ke PLN nantinya.
"Tetap kapasitas PLTU Sumsel 8 di angka 2x620 MW," paparnya.
Incar Pengganti PLTU Sumsel 9
Selain PLTU Sumsel 8, PTBA juga tadinya berniat untuk ikut proses lelang PLTU Sumsel 9. Sayang, PLN kemudian menghilangkan pembangkit tersebut dari RUPTL 2017 hingga 2026. Oleh karenanya, perusahaan tambang pelat merah ini berencana untuk mencari pengganti proyek Sumsel 9 dengan mengikuti tender PLTU mulut tambang yang dihelat PLN.
Sebagai informasi, PLN berencana membuka 16 proyek baru PLTU mulut tambang pasca RUPTL 2017 hingga 2026 terbit bulan April silam. Rencananya, 16 proyek itu memiliki kapasitas total 6.990 Megawatt (MW). Dari angka tersebut, sebanyak 5.390 MW berada di Sumatera dan 1.600 MW akan dibangun di Kalimantan.
"Kami sudah menyampaikan ke PLN beberapa pembangkit mulut tambang yang sekiranya bisa kami garap. Potensi cadangan batu bara kami soalnya cukup banyak, yaitu 3,3 miliar ton," pungkas Arviyan.