Dikutip dari Reuters, permintaan yang cukup kuat telah menopang harga minyak dunia. Energy Information Administration (EIA) AS melaporkan bahwa permintaan bensin meningkat ke angka 9,84 juta barel per hari pada pekan lalu dan diiringi dengan penurunan persediaan minyak mentah sebesar 1,5 juta barel.
Namun, pelaku pasar menyalahkan tingginya produksi OPEC yang membatasi penguatan harga minyak. Seperti diketahui, OPEC dan produsen lainnya termasuk Rusia berjanji untuk membatasi produksi sebesar 1,8 juta barel per hari hingga Maret 2018 demi menopang harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis memperkirakan, kecukupan suplai akan terus mempengaruhi harga minyak. National Australia Bank menuturkan, kenaikan harga minyak yang signifikan tidak mungkin terjadi di tahun ini.
Selain itu, Goldman Sachs mengatakan bahwa sektor minyak telah berhasil menyesuaikan diri dengan harga minyak di kisaran US$50 per barel.