Big data merupakan data di mana ukuran, keragaman, dan kompleksitasnya membutuhkan teknis dan algoritma analitik tertentu untuk mengelola, mengambil manfaat dan pengetahuan, yang tersembunyi di dalamnya.
Data yang diolah biasanya memenuhi lima kriteria, yaitu berukuran besar, penyampaian cepat, bervariasi, benar, dan bernilai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yati mengungkapkan, data e-commerce nantinya bisa digunakan untuk mengidentifikasi keadaan perekonomian, melihat perilaku konsumsi masyarakat dan mengawasi harga. Dengan data e-commerce, publik juga bisa melihat aliran, volume dan nilai perdagangan via dunia maya.
"Memang, perlu extra effort (usaha ekstra). Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mendapatkan akses data dari pelaku e-commerce," jelasnya.
Guna mengkomunikasikan pemanfaatan big data dan menjalin sinergi antar lembaga, BI pada Rabu (9/8) mendatang juga akan menggelar Seminar Nasional Big Data yang akan dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah, perbankan, pelaku industri keuangan teknologi (fintech), e-commerce, layanan digital, dan akademisi.
Dalam waktu dekat, produk olahan big data BI yang akan dirilis BI ke publik adalah proksi indikator ketenagakerjaan dan proksi indikator pasar properti. Data-data ini nantinya akan menjadi indikator kecenderungan dan pelengkap data resmi pemerintah.