Direktur Utama Bintang Perbowo menjelaskan, lahan perumahan TNI AU tersebut akan digunakan untuk stasiun dan depo kereta cepat Jakarta-Bandung. Sehingga, proses pembangunan stasiun dan depo terlebih dulu menunggu pemindahan rumah selesai.
"Itu sedang berjalan, kami pindahkan relokasinya ke tempat yang baru," ucap Bintang, Selasa (8/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti ada tiga mes (rumah tinggal sementara) untuk perwira, satu mes untuk perwira dengan 40 kamar dan 1 lagi mes untuk perempuan. Satu lagi ada stadion untuk podium bukan stadion tertutup," paparnya.
Undur IPO Anak Usaha
Sibuk mengejar relokasi rumah TNI AU, WIKA agaknya perlu mengurungkan rencananya untuk mengantar dua anak usahanya, PT Wika Gedung dan PT Wika Realty, melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Semula, keduanya direncanakan menjadi perusahaan publik tahun ini.
"Jadi, kami masih menunggu BUMN bagaimana keputusannya," jelas Bintang.
Menurut Bintang, kedua anak usaha tersebut akan melepas saham ke publik sebesar 30 persen-35 persen. Seperti diketahui, mulanya perusahaan menargetkan salah satu anak usahanya dapat IPO pada semester I 2017 dan sisanya semester II.