"Aliran dana yang masuk ke Indonesia sampai minggu kedua Agustus itu kurang lebih ada Rp115 triliun. Kalau dibandingkan, tahun lalu itu kira-kira Rp137 triliun. Jadi, lebih kecil dibandingkan tahun lalu," ujar Gubernur BI Agus DW Martowardojo di kompleks BI, Jumat (11/8).
Aliran modal masuk pada pertengahan tahun sempat terganggu karena sentimen negatif investor terhadap ketidakpastian global. Ketidakpastian itu disebabkan perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) baik dari sisi moneter maupun fiskal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Agus mengungkapkan, aliran modal masuk hingga kini masih mampu menopang pergerakan nilai tukar rupiah. Sepanjang tahun berjalan, volatilitas rupiah masih di bawah tiga persen.
Terjaganya volatilitas rupiah juga disebabkan oleh eksportir yang berani melepas dolar karena meyakini kurs rupiah masih ada di kisaran fundamentalnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi, BI masih meyakini tahun ini ekonomi domestik bakal melaju di rentang 5 hingga 5,4 persen. Capaian 5,01 persen secara tahunan pada kuartal lalu memang di bawah perkiraan.
Namun, BI optimis laju ekonomi bakal membaik di kuartal III mengingat penahan laju ekonomi kuartal lalu berasal dari turunnya konsumsi pemerintah dan pergeseran kucuran gaji ke-13 pegawai negeri sipil.