Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, edukasi awal akan dilakukan terhadap agen dari BRI terlebih dahulu. Edukasi itu akan dilakukan bersama BEI dan sekuritas. Jumlah agen yang dimiliki BRI sendiri saat ini sekitar 103 ribu orang dan ditargetkan naik menjadi 200 ribu pada akhir tahun ini.
"Jadi, itu bentuk dukungan pertama kami, undang agen untuk magang. Lalu, kedua ada fasilitas yang kami kerja sama dengan KSEI untuk Rekening Dana Nasabah (RDN)," ujar Tito, Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BRI yang memiliki kemampuan teknologi informasi satelit ini akan meningkatkan utilisasi satelitnya bertambah," terang dia.
"BRI optimis mampu menjangkau masyarakat Indonesia secara lebih banyak dan lebih luas di pasar modal," terang Suprajarto.
Lebih lanjut ia menuturkan, 4 ribu RDN tersebut meliputi investasi saham dan reksa dana.
Secara terpisah, Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari menjelaskan, masyarakat yang akan membuka rekening tetap harus melalui perusahaan sekuritas. Namun, BRI dapat memberikan rekomendasi untuk pembukaan rekening tersebut.
Hingga saat ini, jelas Friderica, total RDN saham yang tercatat di KSEI sebanyak 640 ribu dengan total dana yang mengendap sebesar Rp8 triliun. Ia menilai, kontribusi masyarakat Pulau Jawa menguasai hingga 70 persen terhadap total RDN saham.
"Nah, dari 70 persen, 30 persennya itu DKI Jakarta. Kemudian, sisanya Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Papua," pungkasnya.