Gandeng BRI, BEI-KSEI Sosialisasi Pasar Modal ke Desa

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Jumat, 11/08/2017 17:33 WIB
Gandeng BRI, BEI-KSEI Sosialisasi Pasar Modal ke Desa Edukasi awal akan dilakukan terhadap agen dari BRI. Jumlah agen yang dimiliki BRI sendiri saat ini sekitar 103 ribu orang. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melakukan kerja sama untuk pertama kalinya dengan institusi perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) terkait sosialisasi atau edukasi pasar modal ke desa-desa.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, edukasi awal akan dilakukan terhadap agen dari BRI terlebih dahulu. Edukasi itu akan dilakukan bersama BEI dan sekuritas. Jumlah agen yang dimiliki BRI sendiri saat ini sekitar 103 ribu orang dan ditargetkan naik menjadi 200 ribu pada akhir tahun ini.

"Jadi, itu bentuk dukungan pertama kami, undang agen untuk magang. Lalu, kedua ada fasilitas yang kami kerja sama dengan KSEI untuk Rekening Dana Nasabah (RDN)," ujar Tito, Jumat (11/8).


Menurut Tito, sejauh ini hanya BRI yang memiliki kapasitas untuk sampai ke beberapa pelosok desa di Indonesia. BRI tercatat memiliki 467 kantor cabang dan 609 kantor cabang pembantu.

"BRI yang memiliki kemampuan teknologi informasi satelit ini akan meningkatkan utilisasi satelitnya bertambah," terang dia.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Suprajarto menyebutkan, total rekening nasabah mikro saat ini berjumlah 54 juta rekening dengan total simpanan Rp217 triliun. Dengan demikian, ia mengklaim, pihaknya masih mampu mendorong jumlah Rekening Dana Nasabah (RDN) BRI yang saat ini berjumlah 4 ribu.

"BRI optimis mampu menjangkau masyarakat Indonesia secara lebih banyak dan lebih luas di pasar modal," terang Suprajarto.

Lebih lanjut ia menuturkan, 4 ribu RDN tersebut meliputi investasi saham dan reksa dana.

Secara terpisah, Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari menjelaskan, masyarakat yang akan membuka rekening tetap harus melalui perusahaan sekuritas. Namun, BRI dapat memberikan rekomendasi untuk pembukaan rekening tersebut.

"Tetap sekuritas. Jadi, sekuritas tidak harus punya cabang di sana nanti bisa lewat orang-orang BRI," katanya.

Hingga saat ini, jelas Friderica, total RDN saham yang tercatat di KSEI sebanyak 640 ribu dengan total dana yang mengendap sebesar Rp8 triliun. Ia menilai, kontribusi masyarakat Pulau Jawa menguasai hingga 70 persen terhadap total RDN saham.

"Nah, dari 70 persen, 30 persennya itu DKI Jakarta. Kemudian, sisanya Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Papua," pungkasnya.