Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, 995 unit kapal yang dibangun itu terdiri dari berbagai ukuran. Rencananya, sebanyak 449 unit kapal berukuran di bawah 5 Gross Ton (GT), sebanyak 384 unit dengan ukuran 5 GT.
"Paling banyak itu yang di bawah 5 GT memang," kata Sjarief di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Jumat (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga buat 3 unit kapal yang akan dibangun berbobot 120 GT (multiyears). Dibangun juga 3 kapal angkut dengan pendingin (freezer) berukuran 100 GT (multiyears)," kata Sjarief.
Untuk pendistribusian sendiri, kata dia sebanyak 988 unit di antaranya akan didistribusikan kepada 29 Provinsi, 265 koperasi, dan 130 Kabupaten/Kota.
"Kan sudah ada (kapal) yang sudah kami serahkan, dan ada yang masih dibangun," katanya.
Syarief menjelaskan, bantuan kapal perikanan ini hanya ditujukan untuk nelayan lokal agar dapat memanfaatkan stok sumber daya ikan dengan optimal dan berkelanjutan.
"Dengan bantuan kapal perikanan, outcame yang diharapkan, nelayan yang terserap 13.975, anggota RTP yang terlibat 41.925 orang, kenaikan volume produksi ikan 213.170 ton, kenaikan nilai produksi Rp 2,1 triliun, dan rata-rata pendapatan nelayan meningkat menjadi Rp 1,8 juta per bulan," katanya.
"Tujuannya agar bantuan kapal sesuai dengan kebutuhan nelayan," kata dia. (agi)