Ia menjelaskan, hal ini dapat diwujudkan bila dana desa dari pemerintah pusat ke daerah dapat dioptimalkan untuk menciptakan fasilitas sekaligus kesempatan bagi masyarakat desa sehingga ampuh mengerek pendapatan masyarakat.
Pendapatan tersebut, selanjutnya bisa menjadi modal bagi masyarakat untuk berinvestasi saham, sehingga pengelolaan pendapatan masyarakat tak hanya sebatas pada produk perbankan. Di sisi lain, investasi tersebut diharapkan bisa mengerek nilai kapitalisasi pasar dan mampu mendorong stabilitas industri pasar modal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kucuran dana desa diharapkan bisa mengerek meningkatnya pendapatan masyarakat. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar) |
"Sehingga tidak hanya dari sisi nilai kapitalisasi, tetapi juga jumlah dan variasi dari perusahaan yang bisa 'go public' sehingga bisa menggambarkan mengenai terdiversifikasinya ekonomi indonesia," katanya.
"Sementara nilai kapitalisasi pasar, pada 1977 baru mencapai Rp2,73 miliar, per 11 Agustus kemarin sudah mencapai Rp6.319,55 triliun atau meningkat 200 ribu persen. Bahkan saat ini, mulai disejajarkan deangn bebrapa negara maju baik di kawasan ASEAN maupun dunia," kata Wimboh pada kesempatan yang sama.
Bersamaan dengan itu, Wimboh berharap peran pasar modal sebagai penyokong pembiayaan infrastruktur bisa meningkat dan mampu mengimbangi pembiayaan dari APBN serta perbankan.
Kucuran dana desa diharapkan bisa mengerek meningkatnya pendapatan masyarakat. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)