Direktur Utama Citibank Indonesia Batara Sianturi mengungkapkan, kinerja positif ini didukung oleh pendapatan bunga bersih perusahaan yang juga tumbuh 12 persen menjadi Rp2,23 triliun yang ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan marjin bunga bersih perseroan.
Bila dilihat, total penyaluran kredit Citibank Indonesia mencapai Rp39,74 triliun atau naik tipis 2,13 persen dibandingkan akhir tahun lalu, yaitu Rp38,91 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, kredit perusahaan tercatat turun 2,88 persen jika dilihat secara tahunan (year on year/yoy). Pada semester I tahun lalu, perusahaan menyalurkan kredit sebesar Rp40,92 triliun.
Tingkat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat lebih baik. NPL gross berada di level 2,26 persen dan NPL net di level 0,78 persen. Sementara, semester I tahun lalu, baik NPL gross dan net masing-masing berada di level 2,83 persen dan 0,8 persen.
Optimis Kredit Tumbuh 7 Persen
Kendati penyaluran kredit perusahaan secara tahunan turun, tetapi perusahaan optimis penyaluran kredit bisa tumbuh hingga 7 persen pada akhir tahun nanti.
Pasalnya, kedua pihak itu masih menahan belanja mereka pada semester I ini. Sehingga, untuk mencapai target penggunaan belanja modal, otomatis sektor swasta dan pemerintah akan menggenjot pengeluaran belanja modal.
"Jadi, belanja modal yang belum kuat di semester I bisa dikejar," imbuhnya.
Batara mengklaim, perusahaan tidak pernah memiliki fokus pemberikan kredit terhadap sektor tertentu. Artinya, pemberian kredit akan bergantung dari permintaan nasabah itu sendiri.
"Jadi, bermacam-macam sektor, komoditas, ritel, barang konsumsi. Itu kami dukung baik lokal maupun internasional," pungkasnya.