Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro menyebut, tiga BUMN yang berhasil keluar dari status BUMN merugi, antara lain PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Nindya Karya (Persero), serta PT Varuna Tirta Prakasya (Persero).
"Berbagai cara untuk merestrukturisasi BUMN yang terus merugi, salah satunya, yaitu lewat holding," ujarnya, Selasa (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ramayana Tutup Delapan Gerai Karena Merugi |
"Kami menargetkan akhir tahun ini, hanya tersisa Merpati saja yang tercatat merugi dan sakit," terang Aloysius.
"Sementara, untuk laba, BUMN mengantongi Rp87 triliun. Kami menargetkan perolahan laba tahun ini bisa mencapai Rp197 triliun," imbuh dia.
Dari pasar modal, per 31 Juli 2017, kapitalisasi pasar BUMN telah mencapai Rp1.680 triliun atau sebanyak 26,24 persen. Pencapaian ini tercatat tumbuh 1,2 persen ketimbang Juli tahun lalu.
Sepanjang semester I, BUMN juga telah menyumbang penerimaan negara dengan setoran pajak senilai Rp97 triliun dan dividen sebesar Rp32 triliun. Realisasi dividen tersebut sudah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Rp42,7 triliun, termasuk dividen interim yang disetor tahun 2016, yakni sebesar Rp1,5 triliun.
Berikut ini daftar BUMN yang merugi:
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)
Perum Bulog
PT Berdikari (Persero)
PT Indofarma (Persero) Tbk
PT Energy Managementa Indonesia (Persero)
PT Hotel Indonesia Natour (Persero).
PT Pos Indonesia (Persero)
Perum Produksi Film Negara
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk
PT Balai Pustaka (Persero)
PT PAL Indonesia (Persero)
PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero)
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
PT Boma Bisnis Indra (Persero).
PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero)
PT Dirgantara Indonesia (Persero)
PT Amarta Karya (Persero)
PT PDI Pulau Batam (Persero)
Perum Damri
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk
PT Danareksa (Persero)
PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero)
PT Iglas (Persero)
PT Istaka Karya (Persero)