Direktur Pengadaan 2 PLN Supangkat Iwan Santoso mengungkapkan, PLTB bertajuk Sidrap itu memiliki kapasitas 70 Megawatt (MW). PLTB ini dikembangkan oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi yang merupakan kerja sama patungan Inggris dan Amerika Serikat.
"Akhir tahun mau operasi dan akan menjadi pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia," ujar Iwan ditemui di Jepara, Kamis (31/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, tarif ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pembangkitan Sulawesi Selatan di angka US$0,07 per KWh. "Begitu beroperasi langsung 70 MW dengan potensi pelanggan sebanyak 900 Kepala Keluarga (KK)," imbuhnya.
Lihat juga:PLN Ogah Beli Gas Cadangan dari Petronas |
Tak Lanjutkan Proyek Angin Yogyakarta
PLN juga kini masih mencari solusi bagi proyek PLTB Samas yang mangkrak di Yogyakarta selama dua tahun. Menurut Iwan, proyek dengan rencana kapasitas 50 MW ini tersandung masalah penggunaan lahan yang ternyata dimiliki oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.
"Karena masalah lahan, akhirnya tidak dilanjutkan. Sudah kelamaan dan tidak ada kepastian. Tapi, mungkin daerah kan punya peranan di situ, kami akan bicarakan lagi. Apakah lokasinya digeser atau seperti apa? Tapi, sekarang kontraknya kami terminate," paparnya.
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2017 hingga 2026, bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) akan tumbuh dari 11,9 persen ke angka 22,4 persen dalam 10 tahun mendatang. Adapun, potensi tenaga bayu di Indonesia yang belum dimasukkan ke dalam RUPTL mencapai 1.028 MW.