"Penyelenggaraan konferensi di Indonesia, di mana BI jadi tuan rumah akan menandai kali kedua penyelenggaraan konferensi tersebut di kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, pertemuan yang sama dilakukan di shanghai (CHina) pada 2010," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Gedung Thamrin BI Jakarta, Kamis (31/8).
Konferensi tahunan ICOMON telah dilaksanakan sejak 1994 silam, dengan mengusung berbagai tema terkait pengembangan museum uang dan perbankan. Tahun ini, tema yang diangkat, yaitu Money & Banking Museums: From Display to Engagement, di mana bank sentral ingin mengangkat peran museum melalui desain tata pamer yang menarik dan membentuk keterlibatan dan rasa kebanggaan masyarakat terhadap mata uang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui kegiatan ini, lanjut Agusman, peserta bisa meningkatkan kualitas pengelolaan museum melalui keahlian dan pengalaman terkait isu yang dihadapi museum numismatik.
Selain itu, kegiatan ini juga bisa memperkenalkan kepada masyarakat mengenai bangunan heritage dan bangunan bersejarah lainnya di Indonesia, termasuk benda-benda bersejarah yang bernilai tinggi sebagai warisan budaya nasional.
Sebagai informasi, sejak tahun 2006, BI telah mengelola Museum BI yang menampilkan sejarah bank sentral dan memamerkan beragam koleksi mata uang. Hingga kini, Museum BI telah dikunjungi oleh hampir dua juta pengunjung, baik nasional maupun internasional.